Sabtu, 27 April 2019

Kisah Sukses Bupati Kulon Progo Ciptakan Kemandirian Ekonomi


Bupati Kulonprogo, cara mengurus daerahnya sangat bertolak belakang dengan pimpinan di pusat yg mengutamakan impor.

Apa yang terjadi di Kulonprogo saat ini?
Teladan dalam Senyap
(belajar nasionalisme ekonomi dari Kulonprogo (wates)




Kulonprogo bukanlah daerah yang jadi sorotan media. Bukan kota besar seperti Bandung, Surabaya, apalagi Jakarta.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, pun tak sepopuler Kang Emil, Bu Risma apalagi Ahok.

Walau tanpa sorotan media, Hasto Wardoyo, telah meletakkan spirit kemandirian sebuah bangsa. Ia mengajak warganya keluar dari kemiskinan, dengan kekuatannya sendiri.

Hasto memberi teladan dalam senyapnya publikasi. Ia memulai dengan gerakan bela dan beli Kulonprogo.

Antara lain, dengan mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan para pelajar dan PNS di sana mengenakan seragam batik geblek renteng, batik khas Kulonprogo, pada hari tertentu.

Ternyata, dengan jumlah 80.000 pelajar dan 8.000 PNS, kebijakan ini mampu mendongkrak industri batik lokal.

Sentra kerajinan batik tumbuh pesat, dari cuma 2 menjadi 50an. Seribuan perajin batik Kulonprogo yang biasanya bekerja di Yogyakarta, kini bisa bekerja di Kulonprogo.

Uang ratusan miliar rupiah dari usaha kecil inipun berputar di Kulonprogo.

Puryanto, seorang pengusaha batik di desa Ngentarejo, mengaku omzetnya meningkat bahkan pernah hingga mencapai 500 persen.

Hasto, yang menjabat Bupati sejak 2011, juga berusaha menjamin pendapatan petani lokal, dengan mewajibkan setiap PNS membeli beras produksi petani Kulonprogo, 10 kg/bulan.

Bahkan beras raskin yang dikelola Bulog setempat, kini menggunakan beras produksi petani Kulonprogo.

Sang Bupati yang juga dokter spesialis kandungan ini juga membuat PDAM mengembangkan usaha, dengan memprodusi Air kemasan merk AirKu (air Kulonprogo ).

Selain menyumbangkan PAD, keberadaan air kemasan ini membangkitkan kebanggaan warga setempat dengan mengkonsumsi air produk sendiri.




AirKu kini menguasai seperempat ceruk pasar air kemasan di Kulonprogo.

Anto, staf setempat, menuturkan, kini jumlah permintaan lebih besar dari produksi. Karena itu, volume produksi AirKu akan segera ditingkatkan.

Berbagai kebijakan lewat Program Bela dan Beli, ternyata mampu menurunkan angka kemiskinan di Kulonprogo.

Dari 22,54 % pada tahun 2013 menjadi 16,74 % pada tahun 2014 (data Bappeda).

Oh ya, jika Anda ke Kulonprogo, Anda tak akan menemukan papan iklan rokok. Pemerintah Kulonprogo memang menolak sponsor dari perusahaan rokok.

Kebijakan ini tentu mengurangi pendapatan daerah. Namun, memimpin daerah bukan cuma soal menggenjot pendapatan tapi menempatkan posisi moral yang memihak rakyat.
Dalam hal ini, membela hak kesehatan rakyat. Bupati yang lulusan UGM ini juga memberlakukan Universal Coverage dalam pelayanankesehatan, di mana Pemkab Kulonprogo menanggung biaya kesehatan warganya Rp 5 juta /orang.

Untuk mengimbangi program Universal Coverage, RSUD Wates Kulonprogo memberlakukan layanan tanpa kelas.

Artinya, ketika kelas 3 penuh, pasien miskin bisa dirawat di kelas 2, kelas 1, bahkan VIP.

Sekali lagi, berbagai kebijakan populis ini dijalankan tanpa banyak sorotan media.

Dan satu lagi di Kulonprogo Alfaxxxx dan Indoxxxx yang biasanya berdampingan bagai pasangan yang tak terpisahkan itu (di mana ada alfaxxxx, di situ ada indoxxxx) tidak diijinkan untuk membuka usahanya, kecuali mau bermitra dengan Koperasi dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Salah satunya kewajiban menampung produk UKM di dalam gerai tersebut dan mempekerjakan karyawan dari anggota koperasi.

Alfaxxxx dan Indoxxxx yang bekerja sama dengan koperasi, namanya bukan Alfaxxxx dan Indoxxxx lagi tapi diganti menjadi TOMIRA (Toko Milik Rakyat).




Semoga bisa ditiru dan dilaksanakan pimpinan daerah lain.

Jika Kabupaten Kulonprogo bisa mengapa Kabupaten, Kota lain nggak bisa?

Ayoo maju bangsaku, rakyatku semuanya..





Solusi Pensiun Sukses, Kaya dan Sehat Sejahtera

Lakukan Langkah Ini untuk Mendapatkan Masa Pensiun Sejahtera dan kemandirian usaha bersama ABDI

Setiap orang akan punya strategi pensiun yang berbeda-beda, oleh karena itu persiapkan diri sedini mungkin untuk pensiun nanti. Pensiun yang sukses, kaya dan sehat sangat diimpikan oleh semua orang. Hanya saja setiap orang banyak tidak tahu tentang bagaimana menjadi pensiunan yang sukses, kaya serta sehat.
Hidup tenang dan sejahtera di Hari Tua adalah impian semua orang. Namun faktanya menunjukkan, jauh lebih banyak orang lebih gelisah ketika akan menghadapi masa pensiun atau masa tuanya.

Bagaimana tidak? Ketika memasuki masa pensiun, kita akan kehilangan Jabatan, Fasilitas, Gaji yang selama ini diterima.

Di sinilah masalah terjadi, di saat PENGHASILAN TURUN, namun PENGELUARAN NAIK. efeknya adalah banyak yang akhirnya menggantungkan hidup ke Anak atau Keluarganya.

Apalagi ketika memasuki masa tua biasanya akan berhadapan dengan masalah berikutnya, yaitu sakit. Ketika itu terjadi, di sinilah titik banyak keluarga mengalami permasalahan ekonomi yang sangat berat.




Bagaimana cara menghindarinya?
Ada beberapa tips yang akan coba saya sampaikan supaya bisa menjadi pensiunan yang sukses, mandiri, kaya serta sehat, diantaranya
1. Siapkan dana yang cukup untuk memulai usaha.
2. Pilihlah usaha yang sesuai dengan bakat dan karakter anda.
3. Tabungkan sebagian hasil usaha anda untuk bisa anda nikmati kapan saja dan dimana saja. 4. Mulailah berolahraga dan menjaga asupan makanan anda.
5. Sharing pengalaman usaha, kesehatan dan manajemnen resiko usaha dengan kerabat dan keluarga anda.

Lalu, bagaimana solusinya? Salah satunya adalah dengan membangun bisnis di Internet mulai dari sekarang.

Ingin tau selengkapnya? Silahkan klik link berikut ini :

Jangan Lupa Like dan Share..

(revolusi usaha gemilang 2019)

⭐ 👇 👇 ⭐

www.akademibisnisdigital.com/#/starter/?ref=natabd9e&funnel=Starter1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Relationship Marketing: Pengertian, Tujuan dan Strateginya..

    Relationship marketing atau biasa dikenal dengan pemasaran hubungan merupakan teknik penting dalam suatu metode marketing. Strategi te...